TAMAN SARI — Pemprov DKI Jakarta akan bekerja sama dengan PT (Perusahaan Gas Negara) PGN untuk memecahkan permasalahan bahan bakar bus Transjakarta. PT PGN pun sepakat menyediakan unit pengisian di depo Transjakarta. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, pertemuannya dengan Dircktur Utama PT PGN Hendi Pnie Santoso untuk membicarakan solusi masalah bahan bakar gas (BBG).
robosan yang akan dilakukan oleh PT PGN adalah penyediaan unit pengisian di depo Transjakarta. Solusi kedua yang dilakukan adalah dengan menyediakan pengisian BBG mobile. “Dengan begini, pengisian dapat ditempatkan di tempat-tempat tertentu, seperti terminal atau halte,” ujarnya.
Direktur Utama PT PGN Hendi Prio Santoso mengatakan, PGN sebelumnya juga memasok enam SPBU milik Pertamina, “Kami siap melayan SPBU Pertamina maupun stasiun pengisian milik swasta yang ingin memiliki unit pengisian BBG.” ujarnya.
Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Pemprov DKI untuk memfasilitasi depo yang dekat dengan jalur pipa gas. Operator yang ingin disambungkan dengan jalur pipa gas langsung menghubungi perusahaan pelat merah tersebut. Investasi yang harus dikeluarkan oleh pihak yang ingin memiliki unit pengisian BBG hanya untuk dispenser saja.
Pengisian dilakukan di pangkalan busway sebelum berangkat. “Nanti, kalau sudah jalan di tengah harus, bisa menambahkan layanan dengan unit pengisian bahan bakar mobile,” ujarnya. Unit pengisian bahan bakar mobile akan berpindah-pindah mengikuti konidor busway.
Dalam kesempatan bertemu direksi PGN, gubernur Jokowi juga meminta agar rumah susun yang sudah dan akan dibangun mendapatkan fasilitas gas dan PT PGN. Hal itu karena biaya gas melalui jalur pipa oleh PT PGN lebih murah dibandingkan menggunakan sumber lain.
Nantinya, Pemprov DKI akan membuat Pergub agar pengerjaan jalur pipa dapat dilakukan pada siang hari. “Memang dulu terkendala dengan pembatasan pembangunan dilakukan di malam hari,” ujarnya.
Hendi mengungkapkan target pengerjaan pipa PGN masih menunggu arahan Periprov DKI Jakarta. Tidak hanya rumah susun, PGN juga siap menyuplai gas untuk transportasi umum, seperti bus Transjakarta dan bajaj. c72 ed : wulan tunjung
robosan yang akan dilakukan oleh PT PGN adalah penyediaan unit pengisian di depo Transjakarta. Solusi kedua yang dilakukan adalah dengan menyediakan pengisian BBG mobile. “Dengan begini, pengisian dapat ditempatkan di tempat-tempat tertentu, seperti terminal atau halte,” ujarnya.
Direktur Utama PT PGN Hendi Prio Santoso mengatakan, PGN sebelumnya juga memasok enam SPBU milik Pertamina, “Kami siap melayan SPBU Pertamina maupun stasiun pengisian milik swasta yang ingin memiliki unit pengisian BBG.” ujarnya.
Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Pemprov DKI untuk memfasilitasi depo yang dekat dengan jalur pipa gas. Operator yang ingin disambungkan dengan jalur pipa gas langsung menghubungi perusahaan pelat merah tersebut. Investasi yang harus dikeluarkan oleh pihak yang ingin memiliki unit pengisian BBG hanya untuk dispenser saja.
Pengisian dilakukan di pangkalan busway sebelum berangkat. “Nanti, kalau sudah jalan di tengah harus, bisa menambahkan layanan dengan unit pengisian bahan bakar mobile,” ujarnya. Unit pengisian bahan bakar mobile akan berpindah-pindah mengikuti konidor busway.
Dalam kesempatan bertemu direksi PGN, gubernur Jokowi juga meminta agar rumah susun yang sudah dan akan dibangun mendapatkan fasilitas gas dan PT PGN. Hal itu karena biaya gas melalui jalur pipa oleh PT PGN lebih murah dibandingkan menggunakan sumber lain.
Nantinya, Pemprov DKI akan membuat Pergub agar pengerjaan jalur pipa dapat dilakukan pada siang hari. “Memang dulu terkendala dengan pembatasan pembangunan dilakukan di malam hari,” ujarnya.
Hendi mengungkapkan target pengerjaan pipa PGN masih menunggu arahan Periprov DKI Jakarta. Tidak hanya rumah susun, PGN juga siap menyuplai gas untuk transportasi umum, seperti bus Transjakarta dan bajaj. c72 ed : wulan tunjung
Woow amazing
BalasHapusSemoga rencana pembangunannya lancar. Amin.
BalasHapus